Tampilkan postingan dengan label School. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label School. Tampilkan semua postingan

26.4.15

Break-even point

Udah lewat 12 hari sejak UN selesai. Gue sedang menikmati periode libur sekolah sampai Agustus baru bakal masuk lagi ke kuliah.

Libur yang beda, karena liburnya panjang banget, 3 bulan.
Libur yang beda, karena setelah liburnya selesai, gue gak balik lagi ke sekolah seperti biasanya.

Terkadang gue masih sulit percaya kalau akhirnya gue mencapai akhir dari 3 tahun di SMA. Periode liburan akhir yang dulu dirasakan kakak kelas sekarang sedang gue rasakan. Terkadang masih sulit dipercaya sih, even tho I know it really happens.

Selama 12 hari pertama liburan, gue pergi nonton dan makan sama temen-temen, ikut party sweet 17 terakhir yang ada di angkatan gue, BBQ dan nginep di rumah temen gue. Tapi terkadang ada hari di mana gue bingung dan gabut, mengendap di rumah. Terkadang, gue merasa kangen sekolah.

Meskipun harus bangun jam 5 pagi, dengan jiwa belum terkumpul dan terpaksa mandi, melewatkan 7,5 jam untuk menunggu di dalam sebuah ruang kelas, lalu mendengarkan ceramah yang beda tipis sama obat tidur.

Gue mau semua itu ada lagi.
I miss those useless waiting in class, melihat jam setiap 5 menit, menunggu istirahat, menunggu pulang, jalan sama temen. Terkadang, gue merasakan ada yang hilang. Rutinitas repetitif yang sudah melekat di kebiasaan gue akan menghilang. 

Di pertengahan Mei nanti, gue akan mengisi hari-hari dengan menyibukkan diri untuk kerja. Sama seperti teman-teman lain pada umumnya. Ada yang part-time di restoran, kerja di toko, bantuin bokapnya, atau ada juga yang cuma ngabisin duit dengan jiwa hedon. (about what kind of thing I work on will be written later on a single post).

Rasanya belum lama gue menulis post farewell sama Putih-Biru (baca: SMP), sekarang gue udah pisahan juga sama Putih-Abu.

So let this post counts as the breaking point of what separates my High School life with my College life.

Good-bye, Putih-Abu.
Penulisjournal.

21.1.15

Mosi kita hari ini.

Cerita perjalanan gue di dunia debat diawali dengan pergi bertiga bersama temen gue, latihan di sebuah restoran selama 3 jam sama seorang alumni lomba debat yang secara fisik beda tipis sama beruang coklat yang ada di gunung Amerika, tapi suaranya melambai halus kayak cewek.

Dari awal gue gak begitu yakin kalo si beruang gendut bernada banci ini bisa ajarin gue debat, tapi semakin banyak kata yang keluar dari mulut dia, semakin juga gue respect sama dia. (Kalo gue homo mungkin gue bakal tertarik sama dia.)

Ekspektasi gue mengenai debat berubah drastis. Debat ternyata gak cuma harus bagusin pemilihan kata dan be as persuasive as you can, tapi debat yang sebenarnya adalah debat informasi, dan pengetahuan. Kita harus riset, tau banyak hal, dan up to date sama masalah sosial yang ada sekarang ini.

Buat seseorang yang awam, mungkin nganggep dengan asal ngomong dan ngotot bisa bikin orang menang di lomba debat. Tapi simpelnya menurut gue, semakin gede seseorang asal ngomong dan ngebacot, semakin seseorang itu kelihatan bego.

Gak kayak cerita peserta-peserta debat lainnya yang latihan berpuluh kali atau ikut ekskul debat di sekolahnya, jumlah latihan gue cuma 2 kali dan itupun 2 hari sebelum lombanya dimulai. Meskipun begitu, gue gak merasa less pede sedikit pun, mungkin karena gue suka challenge.

(Gaklah sebenernya gue grogi setengah mati.)

Anyway, hari lomba gue dimulai. Komposisi peserta debat itu ada 3, first speaker, second speaker, dan third speaker. Meskipun gak begitu kenal sama first speaker gue, disini dia berperan jadi senior debat yang (emang harusnya) paling pro kalo soal ngomong. Jadi wajar aja sih kalo dia bisa ngomong sampe batas waktu maksimal.

Second speaker gue to be honest, gak begitu jago pas ngomong. Tapi to be honest lagi dan no homo, dia cukup ganteng. Gue terkadang cuma berharap pas dia maju, juri cewek gak bisa konsen dengerin dia ngomong, malah fokus ke muka dia, terus akhirnya secara random ngasih nilai tinggi.

Gue sebagai third speaker yang masih pemula gak bisa berkontribusi banyak saat itu. Momen pas maju, gue pas ngeliat ke arah lawan, gue merasa kayak dibenci banget. Pas gue liat ke arah temen gue, mereka kayak selalu masang muka 'ngomong-lu-masih-kurang-asu.'

Tapi gimana pun pada akhirnya, dengan komposisi tim yang absurd ini, kita bisa meraih juara... harapan 1.

Buat gue sendiri, debat mengubah cara pikir gue menjadi lebih logis dan rajin, membuat gue melihat sesuatu dari sudut pandang yang terkadang gak terpikirkan orang lain, intinya gue gak nyesel sama sekali tau tentang debat, dan malah gue nyesel udah gak bisa debat lagi.

Sekian argumen dari saya, terimakasih.
penulisjournal.


thanks.

-post singkat untuk mengingat lomba debat pertama di hidup gue. post ini gue kasih untuk sahabat debat sinin dan levi.

11.9.14

september; quick update

Update mengenai kehidupan gue di sekolah.

---

Hidup gue akhir-akhir ini cukup baik dan enjoyable.

Buat scores gue di sekolah, gue cukup bangga gue bisa dapet nilai-nilai bagus dan sejauh ini belum ada nilai yang berada dibawah standar minimum.

(Layaknya setiap kali gue nonton iklan, selalu muncul kabar gembira dari ekstrak kulit manggis. Jadi setiap kali guru gue bagi nilai, selalu muncul kabar gembira dari kertas hasil ulangan gue.)

Banyak hal-hal lucu yang terjadi di sekolah, banyak temen-temen baru yang unik dan jadi objek buat gue untuk dipelajari dan diteliti supaya bisa jadi temen-temen yang lebih dekat.

Untuk masalah yang gue rasakan paling cuma berupa minor problem. Yaitu penggalauan khas anak SMA 3 yakni bingung mau milih kuliah dimana.

Gue inget dulu pernah nulis di blog ini pengen ngambil IPA, dan ambil teknik elektro.
Tapi semua sekarang berubah setelah 3 tahun. Gue ambil IPS, dan ambil marketing. (So different.)
 
Anyways, sekarang hal yang paling gue pusingkan adalah Universitasnya.

Berasa anak kuliahan

When I choose salah satu univ, ada yang bilang, "Ih jelek."
Waktu gue ganti pilih ke yang lain, temen gue bilang, "Lu yakin mau disitu?"

Belakangan gue baru tau ternyata temen gue milih Univ itu juga, jadi dia gak mau kalo dia dan gue berada di Universitas yang sama...

Gue berharap dimanapun gue berada nanti. Universitas apapun yang gue pilih. Gue bisa sukses.

Calon MABA,
penulisjournal.

7.9.14

terus berjalan dan berubah

Sabtu lalu, gue baru aja melihat 4 orang anak SMP kelas 3 memasuki pintu mall sambil tertawa kencang seolah dunia hanya milik mereka.

Di saat yang bersamaan, gue bergumam dalam hati, 'Gila, gayanya bocah abis.'

Dan gue tiba-tiba flashback kapan terakhir kali gue terlihat seperti itu.
Yang terjadi setelah itu adalah... gue tersadar kalo sekarang gue udah tua di sekolah dan mau lulus.

---

Kalo ditanya apa aja yang gue pelajari selama 3 tahun SMA, gue akan sulit sekali menjawab pertanyaan ini dan mungkin hanya akan dengan simpel berkata, 'Banyak.'

Terlalu banyak hal yang terjadi dan berubah selama gue 3 tahun mengenakan seragam putih abu-abu. Dari perubahan fisik, bentuk rambut, gaya menulis, rasa suka, sampai ke pola pikir.

Semua perubahan yang terjadi dalam hidup gue dipengaruhi oleh banyak hal. Dari temen-temen gue, guru gue, ataupun buku-buku yang gue baca. Dan juga, semua perubahan yang terjadi dalam hidup gue pelan-pelan mengubah dan membentuk gue menjadi orang yang lebih baru.

Sebuah perubahan yang termasuk salah satu yang paling mempengaruhi hidup gue dan yang akan terus tersimpan dalam arsip kecil di otak gue adalah jurusan yang gue pilih di SMA.

Keberadaan gue di IPS awalnya gue rasakan sebagai sebuah kesalahan. Gue gak suka environment berisik dan majority dimana orang-orang pada umumnya malas belajar.

Di IPS akhirnya pelan-pelan gue mulai menjadi malas juga, dan POV gue yang dulunya 'Harus selalu rajin', sekarang bisa terkadang berganti jadi 'Sekarang males aja deh.'

IPS juga memaksa gua secara perlahan untuk menghilangkan rasa suka gue di kelas 10 pada seorang cewek IPA. Dan lagi, IPS juga memaksa gue untuk mencari dan akhirnya menemukan seorang cewek lain di IPS, meskipun berakhir dengan bittersweet yang selalu sakit untuk dikenang.

Akhirnya, karena di IPS gue memiliki banyak waktu luang, gue bisa sering jalan bareng sama temen-temen gue. Gue sekarang jadi lebih suka ngobrol dan lebih suka jalan dibanding gue yang dulunya pendiem dan cinta banget sama rumah.

Sebuah stereotype di otak gue bahwa masuk IPS adalah kesalahan dalam hidup gue akhirnya berubah jadi sebuah keberuntungan buat gue. Gue basically got all the things yang gue mau disini.

Waktu ultah gue dirayain di kelas

Makan jam 2 pagi bareng temen IPS
Mengutip sedikit kalimat dari penulis favorit gue, 'Semua ini terjadi begitu cepat, dalam tempo yang tidak bisa diprediksikan sebelumnya.'

Ini adalah sebuah post yang dibuat karena 7 bulan lagi udah lulus. Terkesan masih lama, tapi gue yakin suatu hari nanti gue akan kembali mencari dan membaca post ini, entah disaat gue udah kuliah ataupun kerja.

IPS,
Penulisjournal.

26.10.13

SMP VS SMA

Don't judge a post by it's title. Post ini bukanlah tentang tawuran pelajar SMP dengan pelajar SMA.

Post ini adalah post tentang perbedaan yang gue rasakan saat SMP dengan saat SMA.

Ide bikin post ini karena gue gak sengaja kepikiran pas lagi ngobrol sama temen tentang masa-masa di SMP.

So, ini adalah perbedaan-perbedaan yang gue rasakan dari SMP ke SMA:

1. Supir/Bokap/Bajaj/Ojek/Taksi VS Motor/Mobil

Kalo pas SMP masih jamannya dianterin, dan pulang sendiri. Kalo SMA, ngerasain serunya bawa motor/mobil sendiri. Hal ini juga berdampak kepada pergaulan. Kayak gue sekarang jadi lebih sering jalan bareng temen-temen.

2. SMP = Bukan Cinta

Buat anak SMP yang udah pacaran dan lagi baca tulisan ini. Gue kasi tau, it's not a real love. Karena duit pacaran lu itu masih minjem duit ortu dan semua rasa suka yang lu rasain itu pasti belum matang.

3. Mulut Udah Terlatih Ngomong Kotor

Biasanya ini nyebar dari kakak kelas. Dan akhirnya bakal jadi bahasa sehari-hari. Pas SMP mungkin omongan kotor/kasar buat meremehkan orang. Di SMA, denger nama lu dipanggil + kata kasar dibelakangnya (Ex: Emang si Budi ng***** banget dah). Itu jadi biasa banget.

 4. PR & Ulangan = Temen Hidup Terbaru

Di SMP, jarang banget ada PR. PR yang ada pun paling gak susah-susah banget. Di SMA, PR & Ulangan itu ada sangat setia dan ada setiap hari untuk murid. Biasanya sih selang-seling, tapi kadang bisa juga bersamaan. (Ex: Gue pernah ngadepin Ulangan Geo, Ulangan Kimia, sama Ulangan Mat di hari yang sama).

5. You Will Know Alcohol, Cigar, and maybe Drugs

Gue highly recommend to say NO to these stuffs above. Banyak temen gue yang udah kena rokok, dan alkohol (drugs sih gak ada ya). Ini gak akan bikin lo keliatan keren. Jangan pernah nyobain rokok, karena temen gue awalnya nyoba akhirnya kecanduan.

Welcome to SMA?
@dionisiuskevinn

28.7.13

Pagi Dek!

Sambil nunggu postingan baru ini muncul. Gimana kalo baca dulu aja yang lain? :)

4.6.13

Ce Be A De Ce

Gue baru saja melewati proses belajar terus-menerus karena ujian akhir semester. Dan gue dapat menyimpulkan bahwa untuk mendapat nilai baik, tidak harus selalu belajar. Ada cara khusus yaitu nyontek.

Simpelnya, di post kali ini gue pengen membagi teknik nyontek (dan semoga gak ada guru yang baca).

5 cara dibawah adalah cara nyontek yang mungkin masih belum terlalu dikenal para murid.

1. Nulis Di Punggung
Tulis nomor yang mau ditanya di punggung temen yang berada didepan anda, lalu temen anda harus mengisyaratkan dengan jari dia jawaban dari nomor yang ditanya.

2. Nanya melalui Media Perantara
Tulis nomor di media perantara kayak penghapus, serutan, dengan gaya mau minjem.

3. Ke Toilet
Ijinlah ke toilet dan buka catatan di HP, ataupun catatan yang udah ditaro di toilet sebelum ujian dimulai, atau nanya ke temen yang pas di toilet ketemu.

4. Nekat
Nekat ini bisa nekat liat jawaban temen, nekat liat HP, dan lain-lain.

5. Tulis di Soal
Tulis nomor yang mau ditanya di soal, lalu arahkan ke kiri/kanan sehingga temen di belakang bisa melihat pertanyaan anda.

Yah, itu cara nyontek di sekolah gue. Semoga membantu. Dan kalo ada guru yang baca, tolong dukunglah kami dalam menyontek, hehe.

Nomor Empat Apa,
@dionisiuskevinn

25.5.13

scriptwriter, movie.

Ada sebuah hal yang gue fokuskan di 5 bulan terakhir ini, yaitu pembuatan film.

Sebenernya film ini termasuk kategori PR sekolah. Tapi gue sendiri merasa ini bukanlah sebuah beban, melainkan sejenis challenge seru yang belom pernah gue lakukan sebelumnya.

Gue di film ini bekerja sebagai scriptwriter, ditemenin satu temen gue. Kita bikin film ini dari nol, dari belom ada ide sama sekali, dari belom ada satu patah kata pun di layar laptop.

Yang gue rasain selama pembuatan script adalah seru, dimana gue bisa menuangkan imajinasi gue, gue bisa dengan enak mengeluarkan kreatifitas gue. Dan akhirnya script selesai dibuat, setelah 3 bulan.

Judul film gue "(B)romanced", cerita simpelnya adalah seorang anak cowok yang mau punya cewek. Tapi dengan cara nyantet pake Voodoo Doll. Dan malah gagal dengan sukses, karena dia salah masang rambut di Voodoo Doll. Rambutnya punya temen dia, dan temen dia itu cowok.

3 bulan menurut gue waktu yang sangat lama, intinya gue sangat menghabiskan waktu yang ada. Sebenernya, kalo gue gak males, script film ini bisa dibuat hanya dalam 1 bulan. Tapi ini juga karena kebiasaan gue yang suka menunda-nunda.

Pembuatan filmnya sendiri agak... mungkin bisa dibilang sangat dikebut, hanya dalam 2 hari, Film selesai. Meskipun ada 2-3 scene yang dibuang secara paksa dari script karena ngejer deadline.

Agak kasian sebenernya ke editor filmnya, karena dia cewek. Dan proses editingnya sangat berdekatan dengan hari ujian akhir sekolah... So, sorry if you read these words :)

*Gue bakal post foto-foto filmnya setelah gue menemukan waktu luang. Kalo bisa gue upload juga video filmnya di YouTube.

And... Cut,
@dionisiuskevinn

sebelum otak stress

Post ini dibuat sebelum otak gue stress dengan ujian akhir sekolah.

Sebenernya gue agak nyesel membuang hari-hari gue tanpa menulis di Blog ini. Gue pengen banget rasanya nulis, tapi sering kehalang sama tugas sekolah dan niat males gue sendiri.

Banyak hal yang bisa gue ceritakan, tapi gak bisa diceritain lagi karena gue udah lupa. (memori otak gue emang sering bocor.)

Anyway,

Simpelnya dalam beberapa minggu terakhir ini, gue udah fix-in beberapa hal.
1. Gue ngambil IPS di kelas XI
2. Gue naik kelas
3. Gue memutuskan rasa suka gak terbales ke cewek yang gue suka

Yang terakhir itu, karena dia masuk IPA, dan gue IPS.

Cewek ini sebenernya cukup deket sama gue, tapi gak tau gimana. Gue ngerasa agak memaksakan feeling gue.

Dan gue merasa hukum Newton yang ke 3 itu gak bener.

Aksi yang gue keluarkan gak direaksikan secara jelas. Jadi gue menyerah di IPA, dan menyerah juga di rasa suka.

Actually, gue bisa masuk IPA. Nilai gue mencukupi, dan syaratnya juga cukup. Tapi, gue gak tau. Feeling dalam hati gue merasa gue akan lebih baik di IPS.

Action = Not Always Reaction
@dionisiuskevinn

14.4.13

Lebih dari 40?

What's trending now?

1. Psy's Gentleman - (52.13%) (dipake buat keyword sih sebenernya)

2. SBY punya twitter (@SBYudhoyono) - (41.07%) (jangan hilangkan blog saya, Pak Presiden. Saya cuma bantu promosi)

3. Blog gue - (40%) (anggap aja iya)

4. Justin Bieber & Olga katanya backstreet (-33.2%) - (ini juga jangan ilangin blog gue ya, Bieber)

Eniwei, Blog gue yang sekarang lagi nge-trend di peringkat ke 3 ini (menurut gue sendiri), diragukan akan melebihi jumlah 40 di tahun ini.

Bukan jumlah persentasenya, melainkan jumlah post di 2013.

Karena si pemilik (baca: gue) yang telah menghabiskan waktu 2 tahun dalam pembuatan Blog ini, terpaksa melakukan hiatus selama 1 bulan.

(buat yang gak nangkep arti hiatus, itu artinya mirip hibernasi)

Jadi, gue di post ini, ingin berkata kalo gue akan berhenti sejenak dari penulisan Blog Dabubadah. Tujuannya buat memperbaiki angka-angka di rapot gue (tujuan gue mulia sekali). Dan supaya gue, bisa masuk IPA. (gile, gue gak nyangka gue ngomong ini.)

Gue juga bingung kenapa gue tiba-tiba gak mau masuk IPS. Yah, pokoknya. Gue akan stay di IPA. Dan hiatus.

hiatus dimulai,
@dionisiuskevinn

you need deodorant, bro.

Terkadang, orang itu suka gak sadar sama apa yang menyebabkan dia gak disukain orang.

Kayak.

Kalo ngomong, ludahnya muncrat.
Kalo ketawa terdengar aneh.
Kalo ketawa terdengar aneh diiringi ludah yang muncrat. (kombinasi terburuk sejauh ini)

Dan juga...

Kalo ada sesuatu yang menyengat dari tubuh, dan mengganggu sekitarnya dalam radius yang tidak terukur.

Simpelnya, bau badan.

Gue gak tau penyebab dan dari darimana asalnya bau badan (dan gue juga gak pengen liat dan tau). Yang jelas, mengganggu.

Hal ini terjadi. Dan gue buktikan sendiri juga, ada disekitar gue.

*Bukan. Bukan gue yang bau.*

Gue dateng ke sekolah, muka yang semangat, jiwa yang sehat. Tiba-tiba mencium aroma yang aneh, dan jiwa serta muka gue jadi mendadak berbalik 180 derajat.

Hal kayak gini sering bikin gue mikir.
Apa yang mereka lakukan sampe mereka segila ini (baunya).
Mereka mandi pake sabun apa.
Apa gue perlu pinjemin deodoran gue? (Enggak, gue gak mau deodoran gue wanginya berubah)

Gue cuma bisa doa. Biar bau mereka. Bisa hilang.
@dionisiuskevinn

3.4.13

Cara buat Herbarium

Cara bikin herbarium itu sebenernya gak susah. Karena gak susah, gue cancel aja deh tutorial ini.

(Enggak, gue becanda doang)

Sedikit tulisan. Herbarium itu adalah awetan tumbuhan dengan cara dikeringkan dan nantinya dilaminating. Proses bikin herbarium biasanya memakan waktu 1-3 minggu tergantung jenis tanemannya.

Jadi, bikin herbarium itu diawali dari persiapan.
Nah, bahan-bahan yang dibutuhin itu.
 
1. Taneman hidup (biasanya Paku, kalo taneman berbiji gue pake Cabe.)
2. Alkohol
3. Tisu
4. Kertas koran bekas
5. Benda berat (batu bata/buku tebel)
6. Kertas (HVS/A3)
7. Selotip
8. Pen

Nah, sekarang mulai ke bagian bikinnya.

1. Ambil taneman hidupnya, cabut pelan-pelan sambil ngeliatin jangan sampe akarnya ikut kecabut.

2. Kalo udah kecabut dengan sukses, bersihin taneman dari tanah/kotoran lain pake air. (biasanya pake air yang kenceng, lebih bersih dan bisa sekalian buat main air.)

3. Taneman di-angin-in bentar, terus siapin kertas koran.

4. Taneman dikenain pake tisu beralkohol, supaya gak jamuran.

5. Taro aja tanemannya di kertas koran, usahain taneman terbungkus sama kertas koran.

6. Tindih kertas koran berisi taneman pake benda berat. Dan sedikit catetan, jangan sampe daun ketindih dengan bentuk yang jelek.

7. Tunggu 1/2/3 minggu.

8. Buka lagi korannya, dan pastiin dulu tanemannya gak ada jamur (putih-putih).

9. Ambil kertas (A3/HVS) terus taro taneman keringnya dan tempel pake selotip biar gak pindah-pindah.

10. Tambahin dikit nama taneman dan nama ilmiah tanemannya.

11. Ke tukang fotokopi, bilang "Mas, minta laminating"

12. Ambil lagi, jangan lupa bayar.

Tugas selesai deh,
@dionisiuskevinn

*Kalo merasa terbantu, boleh komen balik :)

5.7.12

white & blue

Sekitar 8 hari setelah ini, gue bakalan mulai belajar lagi.
Dan seperti tradisinya, gue bakalan dibegoin dulu layaknya anak TK oleh senior di SMA.

Sebenernya gue masih bingung buat apa tradisi MOS ini terus dilakukan tiap tahun. Kalo dari yang gue inget, masa-masa MOS di SMP juga agak gaje gitu. Segala hal dibikin dramatis banget sama senior kelas. Mulai dari jam tangan, rambut, dan baju kena tinta dikit aja bisa dibilang kena pipis orang.

Ada lagi, selama mos bisa dipastikan, gue akan disuru bikin some weird stuffs. Entah topi kerucut dengan 13 daun kering. Atau tas pake kantong beras. Emang absurd abis dan ngebuang banyak duit. Tapi itulah mos.

Yah, at least senior di mos ada yang cewe jadi gue ngerasa lebih.. gimana gitu deh..

Dan untuk pertama kalinya dalam hidup ini, gue bangga jadi diri gue yang gak cakep, yang normal aja. Karena umumnya, anak-anak yang dibully senior itu biasa yang songong parah, kalo engga paling yang cakep-cantik gitu deh.

Akhirkata gue keliatannya bakalan jarang lagi update blog. Bukan karena readernya sepi. Tapi lebih kearah banyak tugas di SMA #alibi

Farewell, Putih-Biru.
@DionisiusKevinn

28.4.12

FREEDOM

Yeah Bloggers!

Akhirnya saat-saat yang gue tunggu tiba juga. UN 2012 sudah selesai!

FYI, kata temen-temen gue sih tanggal 2 Juni bakalan diumumin kelulusannya. Semoga aja gue lulus dengan nilai yang mulus.

Kemaren ini, untuk merayakan kelulusan, gue pergi nginep ke rumah temen gue. Gue ditambah 2 orang temen gue lagi namanya Mardy sama Nico, nginep ke rumah si Ivan. Disana kita maen bareng, nge-gitar bareng, kentut bareng, dan ketawa-ketawa bareng.

Disaat lagi enaknya tidur, tiba-tiba jem 4 pagi ada bunyi alarm Blackberry yang ganggu banget waktu produktif istirahat.

Ternyata, temen gue lupa matiin alarm. Akhirnya dengan segala kepasrahan karena udah bangun. Usul dari Mardy buat maen bola di PS2 jem 4.30 pagi pun diterapkan. Gue ngerasa bingung banget. Gue biasa kalo libur bangun jem 9 pagi. Sekarang kita bangun udah kayak mau sekolah lagi. Emang absurd banget temen-temen gue ini.

Agak siang, jem 11an. Kita pergi ke Cometa Arena. Tempatnya orang-orang maen futsal, badminton, sama basket. Kita sih milih maen futsal. Tapi as far as I played, baru menit ke 50. Gue udah mati tepar di lapangan. Stamina gue yang super low ini memaksa gue untuk tidak bermain lagi..

Kelar maen di Cometa, gue nebeng temen gue balik ke rumah naek motor dia.

Akhirnya gue gak belajar lagi juga,
@DionisiusKevinn

29.2.12

another hectic post.

Gue pengen ngucapin buat yang ultah hari ini, semoga sehat selalu dan awet muda (ultah 4 tahun sekali kan muda banget)

*menghela napas*

Gak kerasa besok udah ganti bulan. Mungkin bagi murid-murid setingkat SMP kelas 3 kayak gue, bulan ini super menyiksa.

Maret itu bulan yang bikin males. Ujian Praktek, Ujian Sekolah, Ujian Negara secara beruntun menyerang otak tiada henti.

Sebagai murid, gue juga wajib belajar, meleng dikit nilai jadi jelek. Untungnya nyokap dan bokap gue bukan tipe ortu protektif yang sampe matiin dan ngumpetin segala sarana hiburan. So, gitar, internet, tivi, dan lainnya masih ada.

Gak banyak yang bisa gue ceritain, soal cewe yang gue suka. gue udah full nyerah. Dia udah lebih milih cowo lain. So, gue musti face it and keep on going.

Dan lagi, gue kayaknya mulai kena penyakit insomnia.

Tiap hari rasanya selalu kurang tidur, disekolah bahkan bisa sampe ketiduran begitu mulai pelajaran-pelajaran yang ngebosenin, kayak Bahasa Indonesia, PKn, Sejarah, Geografi, ... (sebenernya hampir semua mata pelajaran sih.)

Jadwal gue terlalu padet. Abis sekolah, les, pulang, tidur bentar, kerjain pr, main juga jarang banget, tidur paling cuma bisa 5-6 jem.

What a Hectic Life,
@DionisiusKevinn

19.2.12

Click!

Kemaren gue sama temen-temen sekelas gue abis foto-foto di Kawasan Hutan Eko Wisata Mangrove, PIK.

Ceritanya foto itu bakalan kita pake buat foto YearBook. Secara kita kan udah masuk tahun ketiga dan bentar lagi lulus, tradisinya anak kelas tiga pasti jadi fokus di YearBook.

Kita difoto sama organisasi StreesBoy Photograph, abis ceklak ceklik dan liat hasil. Hasilnya buat gue pribadi memuaskan.

Tema foto tiap kelas beda-beda, ada yang temanya tembak-tembakan, perhotelan, sementara kelas gue ngambil tema fotografer. Ada yang jadi model, terus ada yang jadi fotografer.

Awalnya kita ngumpul jem 12.30. Gue sendiri dateng jem 12.15, pikiran gue mau survey lokasi sekaligus nyari spot yang bagus buat foto. Ternyata jem segitu baru ada 2 orang temen sekelas gue beserta wali kelas gue. Wali kelas gue tergolong pendek, seorang wanita berumur setengah abad + 3 tahun. Mungkin dia bisa disebut legenda. Mungkin.

Setelah maksa temen gue, kita pun nyari-nyari spot pake motor dia.

Gue sendiri bawa kamera digital gitu. Dan sempet ngambil beberapa foto.

IMG 0256
Spot yang pertama kita temuin.

IMG 0259
Motor temen gue.

IMG 0319
Ini gue.

2.1.12

gak bisa nyantai lagi nih.

It's second day of New Year. So far, belum ada yang banyak perubahan.
Paling engga sekarang bunyi jedar jeder di malem hari uda mulai berkurang, jadi waktu tidur nyenyak gue bisa kembali normal.

Tapi, bentar lagi gue gak bakalan bisa tidur nyenyak lagi... soalnya besok gue uda masuk sekolah lagi.

Soalnya besok gue uda masuk sekolah lagi.

AAAAAAAAAAHHHHHHH!!!!

Gue agak jealous begitu tau temen-temen gue di sekolah-sekolah lain masuk lebih lama dari gue. Gue tanggal 3 Jan uda masuk, sedangkan mereka ada yang tanggal 9, dan ada yang 11 Jan.

Tapi, gue mulai kangen sekolah lagi. (gue agak gak percaya bisa sampe nulis gini)

Kangen sama temen-temen, kangen sama cewe yang gue suka, kangen sama tukang sapu sekolah gue... soalnya dia ngutang sama gue.

Semoga hari-hari di sekolah gue berjalan dengan lancar lagi...

Cao! (beresin buku),
@DionisiusKevinn

nz

di post kali ini, mungkin lebih pengen cerita soal pindahnya gue ke NZ ya. latar belakang: gue nyaman di Indo, walau kerja jadi freelance, h...