Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

26.5.15

finale.






 May 23rd, 2015. Graduation Day SMA Tarakanita 2.

Akhirnya gue mencapai akhir halaman dari buku SMA yang sangat panjang ini. Sebuah buku yang kalo gue baca ulang, akan menceritakan seberapa banyak perubahan yang terjadi dalam 3 tahun, dari masa-masa bocah, hidup penuh main-main, dan sekarang menjadi orang yang lebih siap untuk menghadapi masa depan.

Eventually, the end turns out to be a good ending. It was a great adventure. Banyak yang sudah pernah ditulis di blog ini juga. And, finale. Graduated.

senior year ends,
Penulisjournal.

17.3.15

writing the ordinary

Peringatan: ini akan menjadi salah satu post yang cukup wasting time untuk dibaca. (Akan membuang waktu penting sekitar 3-4 menit dalam hidup anda.)

Jadi kalo lu masih lanjut baca tulisan ini sekarang, berarti lu termasuk mereka yang gabut dan gak tau mau ngapain, atau mereka yang penasaran banget sama hidup gue yang gak penting-penting amat. (Tapi gue rasa lu pasti termasuk yang pertama sih...)

Pokoknya jangan salahin gue karena emang post ini gak penting... dan kalo emang uda terlanjur mau baca, yaudah baca aja.

Jenis postingan writing the ordinary adalah jenis post lama yang sering gue buat dulu sewaktu masa-masa labil SMP. Postingan gak bertopik utama, isinya cuma random ordinary life tentang hidup gue aja.

Tepat kemarin, gue baru menyelesaikan semua ujian sekolah yang sempet membuat pagi hari gue diisi dengan rasa ngantuk tapi deg-degan.

Pada suatu pagi sebelum berangkat ke sekolah, gue sedang bermeditasi santai di WC sambil buka Instagram, tiba-tiba suasana WC menjadi agak sedih, karena gue melihat sebuah foto bertuliskan, '1 bulan lagi meninggalkan masa abu-abu.'

Pas baca itu, rasanya gue sedih banget.

Entah kenapa, gue merasa akan kehilangan masa-masa itu. Masa-masa ngatain guru pas lagi belajar, liatin gebetan, ijin ke toilet yang tujuannya bukan buat buang air tapi malah buang waktu, tidur di kelas, bolos pelajaran buat ke kantin... Sedih banget.

---

Lalu sekitar dari 1 minggu yang lalu, gue sudah cukup nekat bawa mobil ke sekolah, sukses sih... tapi parkir gue masih belum layak untuk diapresiasi.

---

Masalah hati gue sudah terhapuskan, gue gak punya perasaan lebih pada manusia lain apapun sekarang ini.

---

Ada hal yang masih harus gue tunggu, dan gue harap semua akan berjalan dengan baik.

---

Okay, it's long enough to be considered as a post, and also a note to myself.

Written,
Penulisjournal.

13.11.14

Not-so-gabut lagi.

Blog ini lupa di-update karena belakangan ini gue lagi menemukan banyak hal yang bisa mengurangi kegabutan dalam hidup yang beberapa saat ini datar-datar aja.

Di akhir bulan Oktober, gue kembali mengikuti kompetisi debat inggris mewakili sekolah gue dan, Well. Gue. Kalah.

Gue kali ini emang mengaku kalah sih. Karena emang gak memungkinan buat gue menang dengan otak yang biasa aja, dikombinasikan dengan teammates yang tingkat otaknya setara atau bahkan gak beda jauh beda sama ikan koki.

Another thing yang mengurangi kegabutan hidup gue adalah gue untuk pertama kali dalam 3 tahun gue di SMA, gue jadi panitia buat Cup sekolah gue.

Meskipun gue sebenernya tetep gabut selama menjadi panit, at least gue udah bisa kenalan sama beberapa anak kelas 10 dan 11 di sekolah gue. Ya kalo dipikir lagi, lumayanlah bisa memperbanyak koneksi gitu.

Lalu, setelah gue vakum 2 bulan dari tonjok-tonjok punching bag. Gue re-muaythai lagi sama temen-temen baru di tempat yang baru juga, namanya Sparta.

Latihan di tempat baru bikin mood gue meningkat, sekaligus karena latihan sama temen-temen baru yang masih bener-bener buta soal tonjok-menonjok. Gue yang gak begitu jago berasa sedikit pede pas nendang-nendang. Sehingga motivasi gue buat bikin perut six-pack muncul lagi.

Less gabut,
penulisjournal.

26.9.14

Ngamen Elit

Di suatu sore, gue dan temen-temen gue berkumpul untuk ngamen.

Tujuan dari ngamen ini dibagi jadi 3:

1. Membantu cari dana buat acara sekolah
2. Nambah uang jajan
3. Berharap direkrut secara tiba-tiba sama tim Indonesia Mencari Bakat yang lagi menyamar nyari orang

Perencanaan kita buat dengan smooth, baik dari lagu, alat musik, lirik dan chordnya, kita siapkan dengan baik dan nyaris sempurna. Sampai akhirnya kita yakin dan berani dengan semangat yang kuat meskipun muka kecapekan karena abis pulang sekolah... Kita sepakat jam 7 malam kita ke salah satu apartemen di daerah Jakarta Utara buat ngamen disana.

Dan seperti biasa, ada macet.
Dan seperti biasa, susah cari parkir.
Dan seperti biasa, NGARET.

Jam setengah 8, akhirnya kita dengan sukses mendarat ke apartemen. Banyak orang-orang lagi pada makan di bagian food court, dan kita dengan rasa malu tapi muka dibuat senormal mungkin berjalan ke arah tengah food court. Dengan awkward kita minta ijin ke om-om yang lagi dengan semangatnya nyanyi lagu Mandarin di tengah-tengah food court itu, dan kita dikasih.


Di saat semua sudah ready layaknya mau konser tunggal. Temen gue dengan pedenya mengambil mic bekas karaoke om Mandarin, lalu setelah beberapa saat, gue baru sadar kalo ternyata suara temen gue itu... Jelek banget.


Fales. Bikin ilfil cewek (dan cowok.)

Tapi, ending dari cerita ini cukup memuaskan kok. Gue dapet banyak uang yang bisa disumbangkan buat acara sekolah, dan sebagian kecil disumbangkan pada kantong kami masing-masing...


Strum,
penulisjournal.

21.8.14

3 days 2 night

Time range: 18th - 21st August 2014.

Jadi pada tanggal diatas, gue sedang mengikuti retret di daerah Ciawi. Dalam sebuah tempat yang disebut Wisma Puspanita.

Simpelnya, karena gue agak males ngetik super panjang, gue ingin berbagi cerita gue kali ini melalui gambar-gambar yang gue ambil antara disengaja, dan gak disengaja.

Bahasa kerennya, "Berbicara lewat gambar."

---

Baru masuk ke kamar buat tidur
Sesi Pertama di siang hari
Koridor kamar cowok dengan sendal dimana-mana
Latihan drama semangat banget sampe buka baju
Lagi main bola
Beneran mau disalib
Foto bareng (1)
Foto bareng cowok (2)
Foto bareng cewek (3)
Foto bareng (4)

Pura-pura bisa main gitar
Pulang ke rumah :')

Jadi kira-kira begitulah hasil retret gue. Overall, seru, asik, dan menarik. Terima kasih buat Pak Frans Lim & Associations buat dateng dan mengajari gue cara jadi citra Tuhan yang peduli.

Semua-semua siapakah saya,
penulisjournal.

14.7.14

What to expect, what not to expect

-14.07.2014; 6.01 am

Gue kembali melakukan aktivitas berangkat sekolah setelah melewati liburan selama satu bulan.

-14.07.2014; 6.39 am

Gue sekarang lagi duduk di ruang UKS sambil minum teh manis yang hangat, sambil ngeliatin cewek cakep yang duduk dan juga sakit di UKS.

Hal ini terjadi dikarenakan oleh penglihatan gue yang pada saat upacara mendadak ngeblur dan agak gelap, lalu kemampuan telinga gue untuk mendengar agak hilang.

-14.07.2014; 7.50 am

Gue membaca kertas daftar anggota untuk kelas gue tahun ini, dan dari sini topik utama tulisan ini dimulai.

---

Kelas 12. Tahun terakhir gue buat memakai baju putih abu-abu. Sudah selayaknya gue berharap mendapat kelas yang baik dan seru. Tapi, ya kehidupan itu emang gak sesuai ekspektasi sih.

Ekspektasi berubah 180 derajat has just happened to me.

Penjelasan kondisi kelas gue yang paling mudah adalah sebuah kelas yang terbagi menjadi kubu-kubu yang udah kelihatan banget. Ada kubu yang terdiri dari cowok-cowok iseng dan suka membully, kubu cewek-cewek kuper tapi rajin, kubu cewek yang gaul, dan gue sendiri kubu cowok yang tenang dengan gaya yang biasa aja.

Dilihat dari kondisi kelas gue yang sangat absurd dan memusingkan gue akhirnya memutuskan untuk membuat list what to expect, what not to expect.


What to expect:
1. Gak akan muncul yang namanya solidaritas di kelas gue.
2. Ranking gue dikelas akan cukup baik karena saingannya gak gitu susah.
3. There is a possibility buat gue getting bullied by one of those guys. When that happens, idgaf.
4. Gue bakal jarang update blog lagi karena udah kelas 12 dan sibuk merhatiin nilai.
---
What not to expect:

1. Bisa bergaul dengan seluruh anggota kelas dengan baik? No way. Gue gak mungkin bisa pleased everyone.
Anyway, diatas mungkin bakal jadi final update gue tentang sekolah untuk bulan ini. Kalo gue sempet mungkin gue akan update 1-2 lagi di bulan depan.

Vakum,
penulisjournal.

26.10.13

SMP VS SMA

Don't judge a post by it's title. Post ini bukanlah tentang tawuran pelajar SMP dengan pelajar SMA.

Post ini adalah post tentang perbedaan yang gue rasakan saat SMP dengan saat SMA.

Ide bikin post ini karena gue gak sengaja kepikiran pas lagi ngobrol sama temen tentang masa-masa di SMP.

So, ini adalah perbedaan-perbedaan yang gue rasakan dari SMP ke SMA:

1. Supir/Bokap/Bajaj/Ojek/Taksi VS Motor/Mobil

Kalo pas SMP masih jamannya dianterin, dan pulang sendiri. Kalo SMA, ngerasain serunya bawa motor/mobil sendiri. Hal ini juga berdampak kepada pergaulan. Kayak gue sekarang jadi lebih sering jalan bareng temen-temen.

2. SMP = Bukan Cinta

Buat anak SMP yang udah pacaran dan lagi baca tulisan ini. Gue kasi tau, it's not a real love. Karena duit pacaran lu itu masih minjem duit ortu dan semua rasa suka yang lu rasain itu pasti belum matang.

3. Mulut Udah Terlatih Ngomong Kotor

Biasanya ini nyebar dari kakak kelas. Dan akhirnya bakal jadi bahasa sehari-hari. Pas SMP mungkin omongan kotor/kasar buat meremehkan orang. Di SMA, denger nama lu dipanggil + kata kasar dibelakangnya (Ex: Emang si Budi ng***** banget dah). Itu jadi biasa banget.

 4. PR & Ulangan = Temen Hidup Terbaru

Di SMP, jarang banget ada PR. PR yang ada pun paling gak susah-susah banget. Di SMA, PR & Ulangan itu ada sangat setia dan ada setiap hari untuk murid. Biasanya sih selang-seling, tapi kadang bisa juga bersamaan. (Ex: Gue pernah ngadepin Ulangan Geo, Ulangan Kimia, sama Ulangan Mat di hari yang sama).

5. You Will Know Alcohol, Cigar, and maybe Drugs

Gue highly recommend to say NO to these stuffs above. Banyak temen gue yang udah kena rokok, dan alkohol (drugs sih gak ada ya). Ini gak akan bikin lo keliatan keren. Jangan pernah nyobain rokok, karena temen gue awalnya nyoba akhirnya kecanduan.

Welcome to SMA?
@dionisiuskevinn

dua tahun lagi kepala tiga

umur gue 28. apakah gue sudah cukup dewasa untuk kasih wejangan? ya udah lah, barangkali ada yang butuh. semua bersifat random, semoga kepak...