Tampilkan postingan dengan label sma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sma. Tampilkan semua postingan

26.5.15

finale.






 May 23rd, 2015. Graduation Day SMA Tarakanita 2.

Akhirnya gue mencapai akhir halaman dari buku SMA yang sangat panjang ini. Sebuah buku yang kalo gue baca ulang, akan menceritakan seberapa banyak perubahan yang terjadi dalam 3 tahun, dari masa-masa bocah, hidup penuh main-main, dan sekarang menjadi orang yang lebih siap untuk menghadapi masa depan.

Eventually, the end turns out to be a good ending. It was a great adventure. Banyak yang sudah pernah ditulis di blog ini juga. And, finale. Graduated.

senior year ends,
Penulisjournal.

26.4.15

Break-even point

Udah lewat 12 hari sejak UN selesai. Gue sedang menikmati periode libur sekolah sampai Agustus baru bakal masuk lagi ke kuliah.

Libur yang beda, karena liburnya panjang banget, 3 bulan.
Libur yang beda, karena setelah liburnya selesai, gue gak balik lagi ke sekolah seperti biasanya.

Terkadang gue masih sulit percaya kalau akhirnya gue mencapai akhir dari 3 tahun di SMA. Periode liburan akhir yang dulu dirasakan kakak kelas sekarang sedang gue rasakan. Terkadang masih sulit dipercaya sih, even tho I know it really happens.

Selama 12 hari pertama liburan, gue pergi nonton dan makan sama temen-temen, ikut party sweet 17 terakhir yang ada di angkatan gue, BBQ dan nginep di rumah temen gue. Tapi terkadang ada hari di mana gue bingung dan gabut, mengendap di rumah. Terkadang, gue merasa kangen sekolah.

Meskipun harus bangun jam 5 pagi, dengan jiwa belum terkumpul dan terpaksa mandi, melewatkan 7,5 jam untuk menunggu di dalam sebuah ruang kelas, lalu mendengarkan ceramah yang beda tipis sama obat tidur.

Gue mau semua itu ada lagi.
I miss those useless waiting in class, melihat jam setiap 5 menit, menunggu istirahat, menunggu pulang, jalan sama temen. Terkadang, gue merasakan ada yang hilang. Rutinitas repetitif yang sudah melekat di kebiasaan gue akan menghilang. 

Di pertengahan Mei nanti, gue akan mengisi hari-hari dengan menyibukkan diri untuk kerja. Sama seperti teman-teman lain pada umumnya. Ada yang part-time di restoran, kerja di toko, bantuin bokapnya, atau ada juga yang cuma ngabisin duit dengan jiwa hedon. (about what kind of thing I work on will be written later on a single post).

Rasanya belum lama gue menulis post farewell sama Putih-Biru (baca: SMP), sekarang gue udah pisahan juga sama Putih-Abu.

So let this post counts as the breaking point of what separates my High School life with my College life.

Good-bye, Putih-Abu.
Penulisjournal.

17.3.15

writing the ordinary

Peringatan: ini akan menjadi salah satu post yang cukup wasting time untuk dibaca. (Akan membuang waktu penting sekitar 3-4 menit dalam hidup anda.)

Jadi kalo lu masih lanjut baca tulisan ini sekarang, berarti lu termasuk mereka yang gabut dan gak tau mau ngapain, atau mereka yang penasaran banget sama hidup gue yang gak penting-penting amat. (Tapi gue rasa lu pasti termasuk yang pertama sih...)

Pokoknya jangan salahin gue karena emang post ini gak penting... dan kalo emang uda terlanjur mau baca, yaudah baca aja.

Jenis postingan writing the ordinary adalah jenis post lama yang sering gue buat dulu sewaktu masa-masa labil SMP. Postingan gak bertopik utama, isinya cuma random ordinary life tentang hidup gue aja.

Tepat kemarin, gue baru menyelesaikan semua ujian sekolah yang sempet membuat pagi hari gue diisi dengan rasa ngantuk tapi deg-degan.

Pada suatu pagi sebelum berangkat ke sekolah, gue sedang bermeditasi santai di WC sambil buka Instagram, tiba-tiba suasana WC menjadi agak sedih, karena gue melihat sebuah foto bertuliskan, '1 bulan lagi meninggalkan masa abu-abu.'

Pas baca itu, rasanya gue sedih banget.

Entah kenapa, gue merasa akan kehilangan masa-masa itu. Masa-masa ngatain guru pas lagi belajar, liatin gebetan, ijin ke toilet yang tujuannya bukan buat buang air tapi malah buang waktu, tidur di kelas, bolos pelajaran buat ke kantin... Sedih banget.

---

Lalu sekitar dari 1 minggu yang lalu, gue sudah cukup nekat bawa mobil ke sekolah, sukses sih... tapi parkir gue masih belum layak untuk diapresiasi.

---

Masalah hati gue sudah terhapuskan, gue gak punya perasaan lebih pada manusia lain apapun sekarang ini.

---

Ada hal yang masih harus gue tunggu, dan gue harap semua akan berjalan dengan baik.

---

Okay, it's long enough to be considered as a post, and also a note to myself.

Written,
Penulisjournal.

26.9.14

Ngamen Elit

Di suatu sore, gue dan temen-temen gue berkumpul untuk ngamen.

Tujuan dari ngamen ini dibagi jadi 3:

1. Membantu cari dana buat acara sekolah
2. Nambah uang jajan
3. Berharap direkrut secara tiba-tiba sama tim Indonesia Mencari Bakat yang lagi menyamar nyari orang

Perencanaan kita buat dengan smooth, baik dari lagu, alat musik, lirik dan chordnya, kita siapkan dengan baik dan nyaris sempurna. Sampai akhirnya kita yakin dan berani dengan semangat yang kuat meskipun muka kecapekan karena abis pulang sekolah... Kita sepakat jam 7 malam kita ke salah satu apartemen di daerah Jakarta Utara buat ngamen disana.

Dan seperti biasa, ada macet.
Dan seperti biasa, susah cari parkir.
Dan seperti biasa, NGARET.

Jam setengah 8, akhirnya kita dengan sukses mendarat ke apartemen. Banyak orang-orang lagi pada makan di bagian food court, dan kita dengan rasa malu tapi muka dibuat senormal mungkin berjalan ke arah tengah food court. Dengan awkward kita minta ijin ke om-om yang lagi dengan semangatnya nyanyi lagu Mandarin di tengah-tengah food court itu, dan kita dikasih.


Di saat semua sudah ready layaknya mau konser tunggal. Temen gue dengan pedenya mengambil mic bekas karaoke om Mandarin, lalu setelah beberapa saat, gue baru sadar kalo ternyata suara temen gue itu... Jelek banget.


Fales. Bikin ilfil cewek (dan cowok.)

Tapi, ending dari cerita ini cukup memuaskan kok. Gue dapet banyak uang yang bisa disumbangkan buat acara sekolah, dan sebagian kecil disumbangkan pada kantong kami masing-masing...


Strum,
penulisjournal.

26.10.13

SMP VS SMA

Don't judge a post by it's title. Post ini bukanlah tentang tawuran pelajar SMP dengan pelajar SMA.

Post ini adalah post tentang perbedaan yang gue rasakan saat SMP dengan saat SMA.

Ide bikin post ini karena gue gak sengaja kepikiran pas lagi ngobrol sama temen tentang masa-masa di SMP.

So, ini adalah perbedaan-perbedaan yang gue rasakan dari SMP ke SMA:

1. Supir/Bokap/Bajaj/Ojek/Taksi VS Motor/Mobil

Kalo pas SMP masih jamannya dianterin, dan pulang sendiri. Kalo SMA, ngerasain serunya bawa motor/mobil sendiri. Hal ini juga berdampak kepada pergaulan. Kayak gue sekarang jadi lebih sering jalan bareng temen-temen.

2. SMP = Bukan Cinta

Buat anak SMP yang udah pacaran dan lagi baca tulisan ini. Gue kasi tau, it's not a real love. Karena duit pacaran lu itu masih minjem duit ortu dan semua rasa suka yang lu rasain itu pasti belum matang.

3. Mulut Udah Terlatih Ngomong Kotor

Biasanya ini nyebar dari kakak kelas. Dan akhirnya bakal jadi bahasa sehari-hari. Pas SMP mungkin omongan kotor/kasar buat meremehkan orang. Di SMA, denger nama lu dipanggil + kata kasar dibelakangnya (Ex: Emang si Budi ng***** banget dah). Itu jadi biasa banget.

 4. PR & Ulangan = Temen Hidup Terbaru

Di SMP, jarang banget ada PR. PR yang ada pun paling gak susah-susah banget. Di SMA, PR & Ulangan itu ada sangat setia dan ada setiap hari untuk murid. Biasanya sih selang-seling, tapi kadang bisa juga bersamaan. (Ex: Gue pernah ngadepin Ulangan Geo, Ulangan Kimia, sama Ulangan Mat di hari yang sama).

5. You Will Know Alcohol, Cigar, and maybe Drugs

Gue highly recommend to say NO to these stuffs above. Banyak temen gue yang udah kena rokok, dan alkohol (drugs sih gak ada ya). Ini gak akan bikin lo keliatan keren. Jangan pernah nyobain rokok, karena temen gue awalnya nyoba akhirnya kecanduan.

Welcome to SMA?
@dionisiuskevinn

nz

di post kali ini, mungkin lebih pengen cerita soal pindahnya gue ke NZ ya. latar belakang: gue nyaman di Indo, walau kerja jadi freelance, h...