Tampilkan postingan dengan label resolusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resolusi. Tampilkan semua postingan

31.12.17

A New Hope for 2018.

I gotta take notes at my number of followers on Instagram: 612 followers, just curious to see how it will change next year.

RE SO LU SI - 20 17:
1. Bikin minimal 2 video setiap bulan. Upload to YouTube. Grow channel. Just to show-off some skills.
2. Work-out at least once per week. (Which is alr supposed to be easy...)
3. Create a team of people with the same successful mindset through videos.
4. Menang lomba dan mencoba buat gabung di organisasi lain.
5. Still going out with you no matter how crazy or fucked-up shits may happen.
6. Bisa jalan ke luar Indonesia min 1x tahun ini.
7. Beneran jadi volunteer. Harus. Ikut. Minimal. Sekali. Seumur. Hidup.
8. Minimal ada 40 posts di Blog tahun ini.
9. Belajar banyak dari kelas Advertising.
10. Bahagia.

Satu poin terpenting yang patut dirayakan adalah... followers Instagram gue sekarang berjumlah 985!!! 

(Okay, that was my narcissistic side speaking.)

As I read most of my points, I realized that this year might be one of the biggest change in my life.
I did not realize how many new things happened to me this year.

I joined two new organizations this year, through those I find new faces (Or you can also say new Instagram followers). I didn't write a lot on this space, I tried to move this blog to an Instagram format yet I got lazy and somehow forgot the password to that account.

For the first time I joined a volunteer activity called ETKTD. It was fun, I created 2 videos for their publicity and I know that I am truly happy that there are still some good souls that still want to bring help to others in need in this messed-up society.

I won a competition out of luck(?), a spelling bee competition which sounds like kindergarten thing but still its fun. Sadly I haven't made it travelling out from Indonesia once. Yeah, maybe next year. Who knows whats gonna happen.

YouTube thing, I never did start my channel this year. I didn't find any person that suits my idea and skills as well. I didn't do much workout. I got this one month full of cycling then suddenly I got really busy and those motivation of getting fitter just fades away. Anyway my advertising class taught me less than I expected. I still feel that I actually learned something but I hope that next year things will be more challenging.

However, I did feel happy by the end of this year. This year will be 8.3/10. I worked as an event videographer, made some commercial video for some clothing company, becoming part of documentation team on my organizations, and moreover I got recognition through what I made. Theres also a chance that I will become part of documentation for The Script's upcoming concert so wish me luck!

This year, I am becoming my real self. I am becoming more human.

And here goes my 2018s Resolution:

1. To join or work for some big-time videography company
2. Finding new source of income
3. Travel more, post more
4. Learn new skills other than video editing
5. Being together with her until next new year
6. Buy a proper editing laptop (But definitely not a macbook)
7. Create many visualstories for my Instagram (At least once a month)
8. Raise my Instagram followers to 2.000 or more (Which kinda sounds impossible... and useless)
9. Better than those amazing talented videographers on YouTube
10. Bahagia.

Last year I was to scared to hope. This year I hope that next year will give me more than what I had hope.

To 2018 and beyond,
Penulisjournal.

15.1.17

its 2017, i'm unemployed

Day 15 of 2017. Ya tetap deh untuk formalitas aja, Happy New Year 2017!

Memang rasanya gabut banget hidup gak punya kerjaan di saat liburan. Senang sih, tapi sedih juga.

Beda sama tahun-tahun sebelumnya di mana gue kadang masih sibuk urusin kerjaan... rutinitas gue sekarang malah cuman tidur kemaleman, bangun kesiangan, aktivitas sehari-hari, dan balik tidur kemaleman lagi.

Untuk sedikit pembelaan biar gue paling tidak terlihat sedikit punya kontribusi sama sekali terhadap diri sendiri. Di awal tahun ini, gue lagi sering bolak-balik ke Untar buat persiapan latihan lomba English Speech di AEO 2017 (Asean English Olympics). Jujur, gue seneng banget bisa terpilih mewakili Untar, sekaligus sedih karena gue terkadang masih harus bangun pagi kayak mau berangkat kuliah.

Sekitar 8 hari lalu, kamera baru gue akhirnya sampe juga ke rumah. Berapa kali sempet kayak calon di PHP-in, antara dateng atau enggak, eh akhirnya nyampe juga. That way, gue end up membuat video pertama hasil kamera baru tentang pertandingan olahraga yang diikuti organisasi gereja gue. Later on, I'll upload it.

Dan mungkin satu lagi, kemarin gue masih sempat mencari kerjaan di beberapa situs lowongan kerja, dan still no response until now.

Ada satu sih yang respon, kerjaannya jadi tutor inggris. Tapi langsung gue tolak karena pas baca acceptance letter-nya lagi gue baru ngeh, ternyata gue ngelamar kerjaan di Jakarta Selatan... Dan rumah gue di Jakarta Utara. (Iya, gue emang kadang bego.)

Ngomong-ngomong soal tutor inggris, emang agak wajar sih kenapa gak ada yang respon gue, pelamar kerjanya ada 200 orang. Jadi gue pribadi memaklumi, antara emang ada yang lebih bagus dari gue, atau yang ngecekin CV udah tewas kecapean.

Ngelamar kerjaan bikin gue jadi mikir sih, kalau sampe amit-amitnya gak dapet kerjaan, gue mau makan darimana?

Maka dari itu, gue berpikir kalau kita gak boleh selalu bertaruh pada lowongan pekerjaan dari orang lain, tetapi kita harus juga membuat lowongan pekerjaan bagi diri kita sendiri.

That is why, gue mau balik lagi menjalani kursus untuk 2 hal utama, belajar bahasa Mandarin, dan belajar main piano sampe jago. At least, soft skills seperti ini dicari dan dibutuhkan orang. Minimal ketika demand dunia kerja berbeda dengan yang gue tawarkan secara utama. Gue masih bisa jual sesuatu ke orang lain. (Gue ngomong apaan sih.)

Siapapun lu yang baca tulisan ini sampai di paragraf ini, gue harap lu jangan lupa tersenyum dan juga jangan lupa makan. It is all from me so far, 39 posts to go.

2017 starts,
Penulisjournal.

31.12.14

Resolusi - 2015

Seperti tahun-tahun sebelumnya, post terakhir tiap tahun di blog gue adalah sebuah post Resolusi.

Komentar gue buat tahun 2014 ini adalah 2014 was a great year. Gue banyak spent waktu gue bersama temen-temen gue, baik yang lama ataupun yang baru. On a smaller scale, gue sangat berubah. Gak cuma dari fisik yang gendut jadi agak kurus, tapi juga dari sifat gue yang emang udah jadi anak yang agak... gak bener.
Resolusi 2014 gue.

1. Dapet ranking 3 besar. (Pas rapotan gue dapet ranking 4 dan gue berpikir kalo gue belajar males aja dapet segitu, apalagi gue belajar serius. #bangga)
2. Jangan jadi gay. (Karena gue gak pengen punya cewek tahun depan, jangan sampai gue jadi pengen punya cowok.) 
3. Kurusan, lebih macho dan kalo bisa sikspek. (baca: six-pack)
4. Ability buat interaksi sama orang tanpa awkward panic mode. (Kalo baru kenal orang, biasanya gue langsung masuk ke awkward panic mode, jadi kalo ngobrol bisa awkward gitu deh.)
5. Bisa bahasa Mandarin fluently. (Ke shi, xian zai wo just started les Han Yu. Pokoknya semoga berhasil deh.)
6. LEBIH Ganteng.
7. Lebih lucu.
8. Pokoknya lebih-lebih yang positif.
9. Semoga Resolusinya berhasil.
10. Udah.
(Another resolusi gak bermutu...)

Short cross-check, tahun ini gue berhasil dapet ranking 3 besar di kelas 11. Gue dengan sukses gak suka cowok, tapi ini dikarenakan gue sempet suka sama cewek.

Gue kurus, tapi gak sikspek. Gue awkward, tapi sekarang mendingan.

Pada akhirnya, gue tetep gak bisa ngomong Mandarin. Gue berhenti les 1 bulan setelah bikin resolusi itu...

I can't judge myself tapi kalo lebih kurus biasanya lebih ganteng... kan? (Agak maksa)

Anyway.

Resolusi buat 2015.

1. Koneksi jadi semakin lebih luas. Semakin bisa ngobrol, semakin bisa ngelucu yang gak jayus.
2. Dapet cewe yang emang pas buat gue.
3. 60% extrovert, 40% introvert.
4. Big Plan berjalan sesuai rencana.
5. At the end of 2015, kalo gue ditanya dari skala 1-10 seberapa seneng gue menjalani tahun 2015, gue bakal jawab diatas 8.
6. Bisa pake bahasa inggris gue dengan lebih lancar dan lebih bagus.
7. Mau nabung, dan hidup lebih irit.
8. Masih jadi penulisjournal.
9. Resolusi 2015 berhasil.
10. Udah.
Setiap akhir tahun gue selalu merasa di tahun depannya gue akan menulis sebuah buku baru lagi. Di tahun ini buku yang gue tulis nanti akan berjudul '2015.'

Akhir kata, gue berharap di buku ini banyak plot twist yang seru, ending dari tiap 12 chapter yang ada berakhir dengan menyenangkan, dan ketika gue mau membaca ulang buku ini, gue bakal tersenyum dan
merasa gue penulis yang baik.

Leaving 2014 in 13 hours,
penulisjournal.

30.12.13

Resolusi 2014 gue.

“Karena itu gue termotivasi bikin resolusi 2013 gue di Blog, biar di akhir tahun 2013nya gue bisa baca lagi sambil cross-check yang mana gak terwujud.” – Gue, 31 Desember 2012.

So, Inilah resolusi tahun 2013 yang gue bikin tahun lalu. (Yang tertarik versi postnya, klik disini.)

Resolusi gue tahun 2013 adalah:
1. Di tahun baru dapet baju baru
2. Naik kelas, nilai tinggi #ngarep
3. Naik kelas, nilai tinggi, tanpa belajar #ngarepbanget
4. Gak jomblo (udah kronis)
5. Dapet pacar cakep, baik, asik lahir dan batin (kalo gini baru perfection)
6. Dapet pacar lebih dari... 1 (?)
7. Resolusinya berhasil
8. Lebih bermutu tahun depan
9. Blog lebih laku
10. Udah
*Kok gaje gini ya...*

Jadi, gue dapet baju baru, naik kelas, dan nilai yang lumayan karena terpaksa belajar.

Yes, saya tetap jomblo.

Tahun 2012 single, tahun 2013 gue tetap single. Dari sini, tahun 2013 mengajarkan gue kalo gue itu sebenarnya jelek.

Resolusi berhasil sebagian, tahun ini gue gak tau gue lebih bermutu atau enggak, I can’t judge myself.

Dan kok Blog gue masih gak laku yahhhh…

---

Dan ritual tahunan (buat resolusi), dimulai sekarang.

Resolusi 2014 gue.

1. Dapet ranking 3 besar. (Pas rapotan gue dapet ranking 4 dan gue berpikir kalo gue belajar males aja dapet segitu, apalagi gue belajar serius. #bangga)
2. Jangan jadi gay. (Karena gue gak pengen punya cewek tahun depan, jangan sampai gue jadi pengen punya cowok.) 
3. Kurusan, lebih macho dan kalo bisa sikspek. (baca: six-pack)
4. Ability buat interaksi sama orang tanpa awkward panic mode. (Kalo baru kenal orang, biasanya gue langsung masuk ke awkward panic mode, jadi kalo ngobrol bisa awkward gitu deh.)
5. Bisa bahasa Mandarin fluently. (Ke shi, xian zai wo just started les Han Yu. Pokoknya semoga berhasil deh.)
6. LEBIH Ganteng.
7. Lebih lucu.
8. Pokoknya lebih-lebih yang positif.
9. Semoga Resolusinya berhasil.
10. Udah.
Thanks 2013,
@dionisiuskevinn

nz

di post kali ini, mungkin lebih pengen cerita soal pindahnya gue ke NZ ya. latar belakang: gue nyaman di Indo, walau kerja jadi freelance, h...