25.9.16

nyetir

(Tulisan ini adalah gabungan dari tulisan gue saat Maret 2015 dan sekarang.)

Banyak hal yang menjadi baik setelah gue dibolehin nyetir ke sekolah. Seperti contoh yang paling kerasa adalah gue sekarang gak panik kalo tiba-tiba hujan. Lalu ketika pulang, gue gak selalu pulang dengan perasaan abis dari sauna. Setelah itu, gue juga bisa berbuat baik dengan nganterin temen ke les atau pulang. Ya, itung-itung juga latihan lah kalo nanti hidup gue gak sukses, gue paling tidak sudah terbiasa bekerja jadi supir. (Amit-amit..)

Nah, kalo ada yang positif, pasti ada negatifnya.

Dampak negatif dari kemampuan nyetir gue yang belum pro, seekor burung tak bersalah tewas.

Jadi pas gue parkir, ada seekor burung bego yang (kayaknya) lagi tidur siang, dan belum siap terbang. Jadi gue (gak sengaja) tabrak, dan tewas dengan mengenaskan. (I'm so sorry.)

(Lagian dikasih kemampuan terbang bukannya dipake. Kampret.)

Jadi akhirnya, burung itu gue kubur di pekarangan rumah, dengan harapan nanti bisa reinkarnasi jadi pohon jeruk, terus jeruknya bisa dijual di pasar, jadi uang. (Pola pikir anak IPS.... yang bego.)


---


Sejak terakhir kali nulis tulisan tentang 'Awal-awal-mulai-nyetir-mobil', banyak hal yang terjadi dalam hidup gue, seperti pernah 2x ditabrak motor, 1x mobil kebalik, ketabrak batu, nyetir jauh banget ke Bandung dan dibandingkan pengalaman gue yang dulu parkir aja sampai mencabut nyawa seorang burung tak berdosa sudah jauh lebih dewasa karena banyaknya pengalaman yang terjadi itu.

(Filosofinya adalah awal kita memulai sesuatu selalu pasti muncul kesalahan, dalam proses memperbaikinya tidak akan selalu mulus juga, ada kemungkinan terdapat kesalahan lagi baik kecil ataupun sangat besar. Tetapi satu hal yang lebih penting adalah selalu berani lagi untuk mencoba dan memperbaiki.)

Oke, sebenernya ini cuman karena gue males ngetik post baru dan (kebetulan) ketemu post 'nanggung' ini, jadi biar ending-nya terlihat agak bijak... ya begitu.

60km/h,
Penulisjournal.

R E A D

When I was young, I thought of reading a lot of books will make me rich
Thats why I want to make library of my own
Breathe in between books I've red
Having knowledge to myself, powered up by curiosities

Never have I ever thought of getting money from lies
Richest people which are the one who have low education
While smartest person sometimes couldn't afford a thing
There, I give up on knowledge

Now will i believe in all lies?
Or have back my principle?
Get me a book
I'll prove how rich I'll become.

Penulisjournal.

28.8.16

Um... Lo siapa ya?

Sejak masuk kuliah, gue baru sadar gue punya penyakit.

Penyakit ini bernama Prosopagnosia... dan gue tau lo pasti males search di Google.

Simpelnya ini adalah penyakit 'Gak-bisa-hapal-muka-orang.'

Awal masuk kuliah, gue dituntut untuk kenalan sama orang-orang baru dan gue pun (terpaksa) kenalan. Beberapa hari pun berlalu, sejak itu banyak orang gak dikenal mulai menyapa gue, bisa di lift, di wc, lagi jalan, ataupun pas gue lagi nyari makanan di kantin. Dan gue yang kayak,

'Hah kok dia bisa tau nama gue?'

Setelah perenungan selama beberapa hari, gue baru menyadari gue (ternyata) gak bisa hapal muka orang.

Symptoms:
1. Gue bisa inget gue kenalan sama siapa aja, tapi gue gak inget muka-muka mereka (Bahkan setelah 4-5 kali ketemu.)
2. Jam 7 pagi gue kenalan sama orang, jam 12 siang gue mencoba untuk ngajak kenalan orang yang gue ajak kenalan tadi pagi.
3. Paling enggak gue bisa bedain cowok sama cewek.

Jadi mungkin bagi beberapa orang yang menderita penyakit ini juga, ini survival tips untuk kalian, teman-temanku.

1. Hapalin suaranya.
2. Cari keunikan dari subject (Warna rambut, bentuk kacamata, letak tai lalat.)
3. Tunggu sampe temennya panggil nama dia.
4. Hapalin baju/sepatu yang dia pake.

Things got worse ever since gue menjadi Ketua Oranye karena anggotanya sekarang berjumlah 37 dengan maba sekitar 23 orang, which means gue harus menghafal minimal 23 wajah baru. (Oh God why.)

Dan moral yang gue dapat dari penyakit ini, keunikan diri itu penting. Supaya lo mudah dikenal dan dihapal orang (Khususnya orang-orang seperti gue.)

(Gue akhir-akhir ini emang lagi selalu mencoba mencari sisi positif dari kemalangan hidup, jadi harap maklumin.)

Kayaknya kita pernah kenal?
Penulisjournal.

3rd Sem.

Apa yang terjadi ketika gue kembali ke kuliah tahun ini?

Semester 3. Awal yang baru untuk hidup baru. (That's right, I'm just trying to fit in some cliche phrase to make this post look good.)

#UntarLife gue dibandingkan dengan tahun lalu jauh berbeda. Short summary untuk tahun lalu mungkin seperti, 'dion-si-anak-maba-introvert-susah-bergaul-jaga-jarak-sama-anak-aneh.'

Menggantikan jabatan menjadi ketua salah satu LBM (baca: ekskul) di Universitas memang membuat gue sekarang ini jadi cukup sibuk. Mulai dari 'urus pendaftaran mahasiswa baru yang mau gabung, design poster sana-sini, urusin percetakan majalah, hingga rapat-rapat yang terus bermunculan tiap minggunya'. Simply said, banyak kerjaan! (Bahkan sampe gak bisa update blog...)

Dimanapun orang pasti males denger hal negatif, jadi kalo ditanya, 'Terus nilai positif apa yang lu dapet?'

Jawaban:
1. Nambah temen
2. Udah

Gak juga deh, sebenernya ada ilmu-ilmu baru yang gue peroleh salah satunya ilmu berbohong hasil didikan game Werewolf di Telegram. (Anyway, this app is sure happening atm.)

Dan salah satu tips untuk mengakrabkan suasana organisasi baru adalah dengan bermain game dan it really works.

Ngomong-ngomong soal organisasi, jumlah anggota LBM jurnalistik gue yang bernama Oranye ini mengalami peningkatan pesat sampe gak masuk akal.

Dibandingkan tahun lalu yang jumlah anggotanya 23 orang, 19 orang sempat keluar karena mau skripsi jadi tersisalah 4 mahasiswa (termasuk gue.)

Dengan harapan yang cukup kecil, gue dan teman lainnya berupaya untuk meningkatkan jumlah anggota. Dari menaruh hanya 20 kertas formulir pendaftaran (Cuman 20 karena takut gak ada yang ambil dan malah jadi sampah), tiba-tiba pada sore hari kertasnya hilang!

Gue omelin anggota yang jaga booth dan jawaban dia,

'Itu semua habis gara-gara diambil kok.'

Meskipun sempat berpikir 'Kok-ada-yang-ambil-ya', dengan cukup optimis gue fotokopi formnya lagi takut kurang, dan sekarang anggota yang dari 4 orang itu di awal bulan berubah menjadi 36 orang. (9 kali lipat...)

Tapi dibalik semua kesedihan karena anggota yang terlalu banyak dan takut sulit diatur, gue berterima kasih banget buat yang setiap tangan yang mengambil formulir. Tanpa kalian, gue bukan siapa-siapa. Apa sih artinya ketua kalau tidak ada anggota untuk dipimpin? (What is wrong with me, this is too poetic to handle.)

Sure this post is quite long to read. Karena banyak curhatan numpuk yang dipaksa untuk masuk dalam satu post, gini deh hasilnya.

We are Oranye,
Penulisjournal.

15.7.16

(board)gamers.

Ok... I think it's time to write a little note here.

It's been a long holiday since... July something.

I've been busy, quite. But I felt happy at this very moment.

Things have changed a lot in this very month. I reconnect with my old partner, find new partners and having 'serious' fun while still on the track of pursuing my new business. Also, I get to be a leader of some part of organization in my faculty.

For you, I know there's really nothing much to tell on this year. We'll wait. And forever it is.

Qing Fei De Yi. F4. Actually we had a fifth member, but San Cai suits him I guess?

Thanks guys for bringing such joy into this sorrow life. Appreciate it.
Penulisjournal.

22.6.16

random day at someones 'home'

Yesterday, I was invited by a friend of mine untuk ikut sebuah acara perkumpulan anak-anak Kristen.

The only thing she gave me was this picture.

Designs... pretty good.

Gue tanya itu apa, dia bilang ikut aja. Dia berharap gue ikut, dan jadi... gue ikut.

Alasan gue ikut karena gue (mungkin) agak bosan di rumah, dan I guess I've been shutting down myself with the idea of meeting new people, just a little too much.

Theres a lot of thoughts goes through my head while driving to this place called Abbalove Ministries.

Pertanyaan-pertanyaan kayak apa jangan-jangan gue bakal disuruh kasih persepuluhan pas bayar parkir, apa gue bakal dijeburin di kolam baptis, atau apa gue akan dibacain ayat Kitab Suci sampai jiwa gue keluar.

Shelen (Orang-yang-ngajak-gue-ke-abbalove-ministries) nanya lokasi gue udah dimana. Jalanan sangat macet, dan satu-satunya gedung yang bisa gue sebutkan adalah... Alexis.

Untung aja Alexis belom buka jam segitu.

 Sampai di tempatnya, gue melihat layar hp dan menemukan bahwa batre gue tinggal 10%, oh great. (Dan karena gue pake google maps, batre hp gue jadi lebih cepat habis.)


Hello Jakarta.
Gue naik menuju lobby dan melihat sekumpulan anak-anak yang gue analisa berusia kisaran SMP dan SMA lagi mengelompok. Sementara gue sendirian, pakai baju hitam lengan panjang dan simply said, I look very unapproachable.

Setelah kasih tau Shelen lewat chat, akhirnya gue ketemu sama dia. Dan reaksi dia yang dia berikan adalah, "Gue gak nyangka lo bakal dateng. Gila-gila lo keren banget."

(Gue mungkin gak begitu tahu cara yang tepat untuk menyambut orang, tapi gue yakin kata 'keren' bukan kata yang tepat... (I think she may got some minor brain problem, but yeah...))

Spontaneously, dia kenalin gue ke sekitar 10 orang temen dia dalam waktu kurang dari 5 menit, dan resultsnya. Gue gak inget satupun dari orang-orang itu, baik nama serta mukanya.

Lalu kita berjalan ke arah belakang untuk menemukan... lebih banyak orang lagi untuk dikenal (God, I felt drained.)

Shelen mendudukkan gue bersama temen-temennya yang berasal dari satu daerah yang sama. Ketua dia namanya Ellen dan pada moment itu dia masih sehat. Tapi satu hal yang gue gak tau, 40 menit setelah pertemuan pertama kita menit itu, kaki dia berubah keseleo... gara-gara main Just Dance di Xbox. (Enggak kok, gue bukan pengaruh buruk.)

Skip, skip. Gue duduk bersama sekawanan manusia, dengerin lagu dan cuman tepuk tangan dan gak ikutan nyanyi karena gue gak tau liriknya, lalu lanjut ke dengerin pembimbingnya dan I have to admit, he was good at speaking. Lalu kita makan, dan santai-santai.

And thats it, acaranya selesai gitu aja.
Penulisjournal.

18.6.16

pelangi.

ku ingin cinta hadir untuk selamanya
bukan hanya lah untuk sementara
menyapa dan hilang
terbit tenggelam bagai pelangi
yang indahnya hanya sesaat
tuk ku lihat dia mewarnai hari

tetaplah engkau disini
jangan datang lalu kau pergi
jangan anggap hatiku
jadi tempat persinggahanmu
untuk cinta sesaat

mengapa ku tak bisa jadi
cinta yang tak akan pernah terganti (ku hanya menjadi)
cinta yg tak akan terjadi
lalu mengapa kau masih disini
memperpanjang harapan

kau bagai kata yg terus melaju
diluasnya ombak samudera biru
namun sayangnya kau tak pilih aku
jadi pelabuhanmu

bila tak ingin disini
jangan berlalu lalang lagi
biarkanlah hatiku
mencari cinta sejati
wahai cintaku
wahai cinta sesaat

16.6.16

#2 How have you changed in the past 2 years?

2 tahun. Artinya 2014. SMA 2.

Kemarin gue random aja dapet foto ini dari ask.fm. Exactly the same day, but its 2 years ago.


Back then I was very healthy. Gue selalu menjaga tubuh gue dengan melakukan muay thai dan OCD (Waktu itu dietnya si 'Botak' lagi ngetrend banget.)

I was chasing a girl, but I can't get her because I was way too introverted and lives too much inside my head.

Joining debate club and I found out that being intelligent is better than being powerful or good at sports.

My habit was kinda weird, I did Impact (Muay thai) at 2pm, sleep afterwards, and go Shisha at 7pm. Sometimes, ada hari dimana kita realize kalau besoknya kita akan ada ujian lari, but we're just like... fuck it.

I still can't drive a car, 16 yrs old. Masih naik motor kemana-mana, kayak abang-abang... tapi bedanya gue sipit.

One of the best year I've ever had. I enjoy being ketua kelas dan akrab sama most of penghuni kelas dan juga wali kelas yang meskipun gak bisa apa-apa tapi tetep oke aja buat diajak kompromi. (Kita sekelas pernah saking malesnya belajar sampai pesen Big Box dari Pizza Hut, dan pura-pura ada yang ulang tahun...)

Once I was 16 years old.
Penulisjournal.

14.6.16

Now What?

Finally. We've reached the end of our suffering. (translate: akhirnya gue selesai ujian shit.)

Tepat hari ini, 14 Juni 2016 menjadi hari terakhir gue di semester 2. I've met beberapa new people di semester ini dan meskipun gue gak selalu bisa inget muka dan nama mereka, yah paling enggak mereka udah kenal gue. (Berasa artis... Uhuk.)

Nilai gue yang udah keluar cukup buruk untuk semester ini karena gue (dengan bodohnya) mencoba untuk gak nyontek di seluruh ujian gue kali ini. Moral of the story untuk semester depan, nyonteklah dengan niat yang baik agar nilaimu juga tetap baik.

Sebelum pulang gue sempet bikin foto sama 2 orang hopeng (baca: babu) gue di Untar. Dan i'll upload it later on karena fotonya masih belom dikirim...

Dan gue berpikir, now what?
Apa yang harus gue lakukan sekarang?

Plan gue untuk sekarang adalah:
1. Bersihin rumah sampe rapi dan nyaman
2. Belajar programming yang udah lama banget gue tinggalin
3. Bikin video-video komentar di YouTube
4. Nonton film-film twist yang belum sempet gue tonton
5. Urusin cabang baru Vookah (@vookah_id)
And thats it so far.
Gue diajak pergi ke Dufan, dan mungkin juga ke Waterbom. But since its gonna waste a lot of energy... maybe nah. Or idk. 

Anyway, i feel really happy and sort of exhausted atm.

Timmy time,
Penulisjournal.

4.6.16

#1 Weird Things You Do When You're Alone?

1. Gue kentut. Dengan interval seperti unlimited machine gun

Gue sendiri di kamar dan kentut gue emang bunyinya agak absurd jadi... well I guess everyone basically doing it, right?

2. Nyanyi like a pro and dance like a stupid fuck in front of a mirror

I can sing, quite. Tapi dance? I'm possible to be one of the worst.

3. Act like I'm being interviewed for something important

Anggap aja kayak lagi diberi pertanyaan-pertanyaan penting dan sulit, lalu dengan khayalan gue akan menjawab seolah-olah gue adalah orang paling bijak di Bumi.

4. Random workout mode

Push-ups, shadow boxing, kicking the air for nothing.

5. Pretending I'm making a reaction video of something

Just keep on talking to myself while watching a video. Feeling lonely.

6. Crying while listening to sad song

Like a professional emo bitch.

7. Sniff my own body to determine whether I need to take a shower or nah.

You know a certain area that sweats. 

Whats yours?
Penulisjournal.

31.5.16

2/8

Tahu Bulet.

Gue gak tau kenapa game itu lagi happening banget di Untar dan semua lagi kayak kecanduan game ini. Dulu gue pernah main game sejenis, namanya Bitcoin Billionaire. Dan game itu juga sukses membuat gue kecanduan, dan gue akhirnya berhenti main game itu karena... batre hp gue mulai bocor.

Anyway, gak kerasa semester 2 gue di kuliah udah mau kelar. Tadi sepulang kuliah, gue ditawarin untuk jadi ketua Oranye, which is organisasi jurnalistik di kuliah dan gue baru join itu sekitar 2 bulan lalu (?). I'm feeling happy tapi mostly shocked karena gue kaget aja kenapa bisa kepilih jadi calon ketua. Overall, gue merasa senang karena akhirnya gue reach something else di kuliahan gue selain mengembangkan skill nyontek dan tidur di kelas.

Sebenernya gue mau ikut DPM, organisasi kuliah yang ngurusin mahasiswa. Willing to join as a committee dan mungkin jadi pengurus inti one day. But first, semoga gue bisa diterima masuk dulu deh.

Ngomongin semua curhatan organisasi diatas, sebenernya gue mau menekankan kalo gue lagi giving priorities ke finding new connections karena gue merasa new connections will lead me somewhere to new ideas.

Sekarang tapi sayangnya, gue gak bisa terlalu banyak menghayal. In a week, gue akan kembali UAS. Satu hal yang gue harapkan adalah gue akan tetap dapat nilai baik sekalipun gak pakai jam dewa.

Saying all this stuff(s), gak berasa banget 1 tahun udah berlalu sejak gue terakhir kali pakai seragam SMA. 2,5 to 3 years more to go. I just wished I found what I really had to do in life when the time comes.

Upcoming project dari gue adalah YouTube channel yang lagi direncanakan bareng 5 orang temen gue. Content udah mulai direncanakan, dan semoga gak putus di tengah jalan aja. (Padahal mulai aja belom.)

Also, tips buat yang baru mau masuk kuliah:
- Jangan anggep enteng pelajaran di kuliah
- Put yourself dalam sebuah organisasi, that way lu akan lebih dikenal orang
- Give a good first impression to anyone yang lu ketemuin di kuliah
- Choose only friends that defines who you are. Kalau lu anak yang suka bolos, ya temenan sama yang bolos. Kalo lu mau nilai bagus, temenan sama yang rajin
- Make connections sama dosen, you can learn anything from them
- Buat to-do lists, biar gak lupa sama kerjaan

Also some resolution untuk my 2nd year in Uni.
- Ketua di DPM (Padahal masuk aja belom tentu.)
- Bisa lebih sering menulis cerita gue di blog ini. Karena gue punya short-term memory, padahal banyak hal lucu yang bisa diceritain
- Lebih rajin bikin to-do list

Demam tahu,
Penulisjournal.

dua tahun lagi kepala tiga

umur gue 28. apakah gue sudah cukup dewasa untuk kasih wejangan? ya udah lah, barangkali ada yang butuh. semua bersifat random, semoga kepak...