Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

3.11.16

riot: coming soon.

I'm so done with all these fucked-up people 'acting' as if they actually care about society and their belief. These so-called 'leaders' dengan pengikut mereka yang bahkan gak kalah bodohnya.

Indonesia mostly dihuni oleh majority of uneducated people. Dan gawatnya karena majority rules, pasti yang lebih banyak dianggap lebih kuat dan kalo rame-rame pasti lebih berani. Hal ini menjadi sangat buruk karena kebanyakan orang-orang uneducated gak bisa menentukan decisions yang tepat untuk hidup mereka. Ketergantungan mereka untuk menyerahkan keputusan pada orang yang berada pada status dan tingkat yang lebih tinggi membuat mereka menjadi pengikut dan ya munculah... kelompok-nasi-bungkus.

Ambil contoh ketika tawuran, semua bergerombol dan gak ada yang namanya maju satu lawan satu. Serius deh, lo itu cuman keliatan kuat kalo bareng-bareng. Kalo sendiri, mental lo gak lebih gede dari mental tikus.

Most of them juga hypocrite banget. Acting as if their belief are being dishonored tapi 'membalas' dengan tingkah laku yang gak mencerminkan orang beragama.

Like seriously, give me a logical explanation, not some sort of a idiotic argumentation unrelated to facts and reality.

Tomorrow they'll make riots by November 4th. If I happen to die in this riot. I hope for China to avenge my life.

Tipikal pendemo Indonesia Nov 4th:
1. Takut sama Tuhan, tapi gak takut sama hukum.
2. They use Allahuakbar. A lot.
3. They use some sort of verse quoted from their books that we don't even understand.
4. They blocked me on Instagram for commenting logical things (Freedom of speech blocked)
5. Percaya sama hari akhir/akhirat/doomsday/judgement day, which no one knows. (Also, probably Ahok will be alr dead before judgement day.)

Any religion teaches you to do things in a more positive way. If you feel offended by words, actions regarding your belief, then reply them in a positive way not by violating your own belief laws.

Mereka semua suci, Ahok penuh dosa.
Penulisjournal.

3.9.15

Terminal Pluit

Bus Transjakarta. Transportasi umum berwarna oranye, seharga 4.000 rupiah yang jadi sering gue pakai semenjak masuk kuliah.

Kenek mirip Doraemon
Karena gue gak adalah anak bodoh yang gak tahu jalan, gak bisa baca peta, dan gak punya insting supir yang baik. Akhirnya dengan kendaraan ini gue pergi ke Univ.

Tapi...

Menyesuaikan harganya yang murah, kualitas bus ini juga kadang murahan.

Jarang-jarang halte bisa sesepi ini...

Biar gue kasih lu gambaran, kehidupan anak Untar yang pulang jam 3 siang naik busway.

Diantara 24 jam dalam 1 hari, matahari itu paling panas jam 1-3 siang, dan panas itu tentunya memicu keringat untuk keluar. Jam 3, kebanyakan semua karyawan lagi pada cari makan, jadi kesimpulannya busway padat penumpang, desak-desakan, bau keringet, dan karena kualitas bus yang tidak mendukung. ACnya rusak. Gak perlu gue jelaskan lebih lanjut, kondisinya sedikit kurang agak mirip dengan sauna.

Lalu gue mencari nomor gubernur Jakarta, dan gue sms untuk laporin ketidaklogisan temperatur busway ini. Karena gue yakin, Pak Ahok pasti gak pernah naik busway jam 3 siang.

Lalu, setelah 5 hari naik bus maksiat ini, hati gue menjerit, gue udah gak sanggup lagi... (Dramatis)

Pemandangan sehari-hari
Akhirnya, gue belajar jalan ke Univ, dengan motor.

Positifnya, gue bisa pulang pergi dengan gampang. Negatifnya, bensin jadi berkurang lebih cepat, bukan karena jauh, tapi karena gue, bahkan sampai hari ini masih sering nyasar.

Terimakasih Untar, moral of the story: Jadi orang... jangan bego-bego amet.
Penulisjournal.

dua tahun lagi kepala tiga

umur gue 28. apakah gue sudah cukup dewasa untuk kasih wejangan? ya udah lah, barangkali ada yang butuh. semua bersifat random, semoga kepak...